MASJID INI TERBAIK DI PALESTINA, MENGAPA BEGITU?

MASJID INI TERBAIK DI PALESTINA, MENGAPA BEGITU?

Wow, masjid ini menjadi yang terbaik di Palestina. Masjid apa itu dan mengapa bisa seperti itu? Ialah Masjid Istiqlal Indonesia yang tengah dibangun di tanah pemblokadean, Khan Yunis – Jalur Gaza, masjid yang diamanahkan pembangunannya kepada lembaga donasi Kasih Palestina, mewakili rakyat.

Mengapa masjid ini bisa menjadi yang terbaik di Palestina? Karena Istiqlal bukan sekadar tempat ibadah, melainkan simbol persaudaraan Indonesia dan Palestina. Awalnya, masjid ini bernama Masjid Amiin Al-Ummah Abu Ubaidah ‘Amir bin Jahar, dengan luas lahan 1.851 meter persegi dan luas bangunan 940 meter persegi.

Karena kebutuhan beribadah dan menuntut ilmu agama begitu tinggi di wilayah Khan Yunis, saudara-saudara kita di sana memerlukan kapasitas yang lebih besar, terlebih masjid-masjid lain yang ada di kawasan terkena serangan penjajah. Maka dari itu, mereka memilih kita (saudara-saudara Indonesia), untuk membangun ulang masjid peradaban tersebut.

Lantas, mengapa kemudian masjid diberi nama Masjid Istiqlal Indonesia? Diksi ‘istiqlal’ memiliki makna istimewa bagi rakyat Indonesia, terutama karena ia berkaitan dengan kemerdekaan negeri ini. Istiqlal sendiri merupakan nama salah satu masjid yang ada di Indonesia, tepatnya di ibu kota Jakarta, yang berdasarkan sejarahnya merupakan simbol syukur atas kemerdekaan Indonesia.

Masjid Istiqlal Indonesia kemudian menjadi simbol kemerdekaan; merupakan doa, harapan, dan bentuk dukungan rakyat Indonesia untuk kemerdekaan Palestina. Lalu, bagaimana cara kita mewujudkan doa, harapan, dan dukungan tersebut dalam bentuk nyata?

Doa, tentu berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Akan tetapi bukan hanya itu, agar doa itu terasa lebih maksimal, uluran tangan kita bisa menjadi doa yang luar biasa untuk eksistensi dan keberlangsungan masjid ini.

Apa yang kemudian diharapkan dari adanya masjid ini? Tempat ibadah yang tidak hanya dimiliki oleh Palestina ini, juga dimiliki oleh Indonesia. Artinya, penjajah akan berpikir ulang untuk menyerang masjid, karena penjaga masjid ini (selain Allah) adalah ratusan juta jiwa rakyat Indonesia. Masjid juga menjadi wadah dukungan rakyat, dalam menebus rasa cinta dan rindu terhadap negeri anbia. Kalau begitu, tunggu apa lagi. Mana dukunganmu?

Leave a Reply

Your email address will not be published.