Difabel Palestina Tak Pernah Berhenti Berjuang

Menjadi difabel dan kehilangan sebagian anggota tubuh, tak membuat warga Palestina menyerah memperjuangkan kemerdekaan.

Untukpalestina.com— Menjadi difabel bukanlah sebuah keinginan, namun situasi tersebut harus dirasakan pejuang Palestina sebakda aksi kepulangan akbar, yang berlangsung sejak 2018. Aksi damai yang dibalas tak menyenangkan tentara Israel itu, masih menyisakan luka hingga hari ini. Bagaimana perjuangan difabel Palestina hingga saat ini? Yayasan Untuk Palestina, lembaga penghimpun donasi Palestina terpercaya sajikan informasi selengkapnya

Panas Peluru Tak Patahkan Semangat Penduduk Palestina

(Abu Thuraya, pejuang kemerdekaan Palestina berkursi roda/The New Arab)

Aksi damai yang dikenal juga “Great Return March” menjadi momentum perjuangan besar rakyat Palestina untuk menuntut kembali tanah air sah mereka. Tetapi gelaran aksi justru dibalas semena-mena oleh tentara Israel.

Ribuan peluru melesat dari moncong-moncong senapan para tentara penjajah. Tak pandang bulu, peluru panas berhamburan ke segala arah, menembus betis, menghancurkan tulang kaki, hingga tepat mengenai jantung hati. Tindakan ini berakibat pada ribuan demonstran yang mengalami luka tembak parah, sehingga harus mengalami amputasi kaki. Kendati demikian, para penduduk Palestina tak pernah menyerah untuk terus memperjuangkan tanah nenek moyang mereka.

Teladan Dari Abu Thuraya

(Abu Thuraya, pejuang kemerdekaan Palestina berkursi roda/Kashmir Narrator)

Ibrahim Abu Thuraya menjadi sosok ikon pejuang difabel kemerdekaan Palestina. Abu Thuraya harus kehilangan kakinya saat mendapatkan serangan rudal dari Israel tahun 2008 silam. Kendati kehilangan dua kaki untuk berjalan, semangatnya tak pernah padam. Dirinya selalu menjadi garda terdepan dalam aksi-aksi kepulangan akbar, walau harus duduk menggunakan kursi roda.

Kendati harus kehilangan kaki, tetapi Abu Thuraya tidak pernah merasa menyesal atas keputusannya berjuang untuk Palestina. Satu-satunya yang dapat menghentikan semangat Abu Thuraya adalah kematian semata. Hingga tembakan senapan Israel akhirnya merenggut nyawa pria 29 tahun ini, saat tengah melakukan aksi di perbatasan timur kota Gaza. Dua hari sebelum kepergiannya, Abu Thuraya sempat diwawancara media dan menyampaikan pesannya bahwa “Ini adalah tanah kami, kami tidak akan menyerah. Amerika harus menghapus deklarasi yang telah dibuatnya” seperti dikutip Republika dari Guardian.

Bantu Perjuangan Difabel Palestina

(Relawan Yayasan Untuk Palestina saat memberikan bantuan kepada penduduk Palestina yang menjadi difabel/Yayasan Untuk Palestina)

Tahun 2018 lalu, Yayasan Untuk Palestina berkesempatan bertemu langsung dengan para penduduk yang memperjuangkan kemerdekaan Palestina yang telah menjadi difabel. Mereka kehilangan kakinya akibat luka parah tembakan peluru panas Israel, saat aksi kepulangan akbar.

Fasilitas kesehatan yang terbatas di Gaza-Palestina, mengharuskan mereka menjalani pengobatan di luar negeri. Walau harus kehilangan sebelah kaki, dan tak mungkin normal kembali, mereka menyampaikan harapan semoga selepas sembuh dapat segera berjuang lagi di garda depan pembebasan Palestina. Tidak ada raut wajah kecewa di air muka mereka, meskipun sakit tak tertahankan harus diterima kala tindakan amputasi harus dijalankan.

Berangkat dari hal tersebut, Yayasan Untuk Palestina mengajak Sahabat semua, untuk dapat membantu menyokong perjuangan para pejuang difabel Palestina ini. Kursi roda, tongkat tangan, kaki palsu serta santunan adalah kebutuhan genting yang sangat diperlukan oleh mereka.

Mari salurkan bantuan Sahabat, klik di sini.

Juga dapat melalui bank transfer pada:

Bank Syariah Mandiri
7 2018 3101 8
a.n Yayasan Untuk Palestina

Mohon konfirmasi setelah donasi:
0812 1100 3876 (Call/SMS/WA)

Ikuti juga berita-berita terbaru dari Yayasan Untuk Palestina di kanal media sosial kami:

Instagram: @yayasanuntukpalestina
Fanpage: Yayasan Untuk Palestina

Semoga Allah berkahi setiap upaya kita dalam upaya membantu perjuangan kemerdekaan Palestina (itari/untukpalestina)

Leave a reply:

Your email address will not be published.

Site Footer