Yatim Palestina Ingin Raih Masa Depan Lebih Baik

(Anak-anak putus sekolah di Palestina tengah mengikuti kelas matematika/Sumber: OCHA)

Untukpalestina.com— Menjadi yatim piatu di tanah konflik tidaklah pernah diinginkan oleh setiap anak manapun. Tetapi kondisi ini banyak menimpa anak-anak di Palestina. Selepas ditinggal sang ayah yang syahid membela kemerdekaan negara, anak-anak yatim piatu itu harus berjuang bertahan hidup setiap harinya. Ketahui bagaimana perjuangan anak-anak yatim piatu Palestina hanya di laman Yayasan Untuk Palestina, lembaga penghimpun donasi Palestina resmi dan donasi online terpercaya.

Perjuangan Yatim Piatu di Tanah Konflik

(Ahmad (13 tahun) seorang anak di Gaza-Palestina, memanggul batu untuk dijual di pasar/Sumber: UNICEF)

Penjajahan yang masih terjadi di Palestina kerap memicu konflik dan kekerasan yang sewaktu-waktu dapat terjadi. Akibatnya banyak pejuang Palestina syahid harus meninggalkan keluarganya dan anak-anak yang menjadi yatim piatu saat kondisi negara belum kunjung memperoleh kemerdekaan.

Ketika bersama orang tua saja kondisi di Palestina sudah begitu berat, apalagi jika harus melalui hari tanpa adanya sosok orang tua. Tentu dari kita tak dapat membayangkan bagaimana perjuangan yang harus dilalui. Namun, tak ada pilihan lain bagi anak-anak yatim piatu Palestina selain berjuang menyambung hidup dalam keterbatasan.

 Anak-anak Terpaksa Bekerja Demi Cukupi Hidup

(Ahmad (13 tahun) mengumpulkan batu untuk membantu perekonomian keluarga/Sumber: UNICEF)

Bekerja menjadi salah satu pilihan yang diambil anak-anak di Palestina agar dapat bertahan hidup setiap harinya. Data tahun 2018 menunjukan sekitar 4.840 dari 372.600 anak berusia 10 sampai 17 tahun putus sekolah dan menjadi pekerja penuh waktu di Gaza. Selain itu, 1.490 anak berusia 10 sampai 17 tahun juga menjadi pekerja sepulang sekolah.(Data PCBS)

Mayoritas anak-anak yang bekerja di Palestina disebabkan karena kondisi ekonomi keluarga yang berada di bawah garis kemiskinan, tak adanya penopang hidup memaksa bekerja di usia belia menjadi pilihan. Bekerja dalam perdagangan, pelayan restoran, pertanian, hingga penyemprot pestisida dan pekerjaan kasar lainnya menjadi kegiatan rutin anak-anak Palestina. Upah yang didapat juga tak begitu banyak dapat mereka terima, NIS 100 (US $ 28) atau Rp 392.000 per bulan adalah nominal terbesar yang dapat dibawa pulang.

“Aku Ingin Menjadi Anak Normal”

(Abdallah sedang mengerjakan tugas sekolah/Sumber: OCHA)

Adalah jeritan hati Abdallah (13 tahun), seorang anak yang tinggal di Gaza-Palestina. Diusianya kini, dirinya harus merasakan putus sekolah dan bekerja paruh waktu untuk membantu perekonomian keluarga.

 “Saya masih anak-anak tetapi saya sudah merasa bahwa saya sudah sangat tua. Tubuh saya tidak bisa lagi menanggung kesulitan bekerja sepanjang hari” tambahnya. (Sumber: OCHA, UNICEF)

Ayo Bantu Anak Yatim Piatu Palestina Raih Masa Depan Lebih Baik

(Keceriaan anak-anak yatim-piatu di Palestina saat berbelanja pakaian baru kiriman kebaikan Sahabat di Indonesia/Yayasan Untuk Palestina)

Kondisi yang dialami Abdallah adalah segelintir potret kehidupan dari mayoritas anak-anak di Palestina, juga tak jauh berbeda dengan kondisi anak-anak di kota Al Quds, Yerusalem-Palestina. Berangkat dari hal tersebut, Yayasan Untuk Palestina mengajak Sahabat untuk bersama-sama membantu menghadirkan masa depan yang lebih baik untuk yatim piatu di negeri yang diberkahi melalui program Yatim Al Quds.

 Partisipasi Sahabat dalam program ini akan membantu memenuhi kebutuhan sandang, papan dan pangan bagi yatim piatu Al Quds-Palestina, membantu pendidikan mereka, juga uang santunan yang akan rutin diberikan. Dengan program ini, Yayasan Untuk Palestina berupaya untuk menghubungkan kasih sayang dan kebaikan keluarga Indonesia dengan yatim Palestina yang harus berjuang dalam keterbatasan setiap harinya.

Kirimkan dukungan terbaik Sahabat melalui:

Bank Syariah Mandiri
7 2018 3101 8⁣
a.n Yayasan untuk palestina
Mohon konfirmasi setelah donasi:⁣
0812 1100 3876 (call/sms/wa)

Semoga Allah senantiasa menghimpun kita semua dalam langkah-langkah kebaikan dan upaya meraih takwa pada-Nya (itari/untukpalestina)

Leave a reply:

Your email address will not be published.

Site Footer